Selasa, 03 Maret 2009

Ingin Umur Panjang? Jangan Marah-marah!


Rabu, 25/02/2009 14:01 WIB
Jakarta Emosi terkadang tak lagi bisa ditahan. Kemarahan pun menjadi akhir. Namun tahukah Anda bahwa hobi menyebabkan kematian? Sebuah penelitian mengungkapnya.

Emosi negatif seperti marah memang tak terlalu baik untuk tubuh. Dari sisi psikologis maupun mental, kemarahan akan menimbulkan efek samping yang berbahaya. Termasuk kematian.

Sebuah penelitian dilakukan oleh para peneliti dari Universitas Yale, Amerika Serikat. Dr. Rachel Lampert sang peneliti mengungkapkan bahwa di suatu daaerah yang masyarakatnya penuh tekanan, angka kematian mendadaknya cenderung besar.

Dikutip detikhot dari Fox News, Rabu (25/2/23009), Rachel meneliti 62 pasien yang menderita kelainan jantung. Hasil penelitian itu menyebutkan, bahwa kemarahan yang paling mempengaruhi keadaan jantung.

Hal itu dibuktikan dengan alat pemeriksa detak jantung yang dipakaikan pada para pasien. Saat si pasien marah, diagram pada alat tersebut berubah-ubah dengan cepat dan tidak stabil.

Marah menurut Rachel lagi, sangat berpengaruh pada sistem elektrik di jantung. Oleh karena itu marah mengakibatkan perubahan sistem jantung dengan cepat, dan dapat mengakibatkan kematian yang mendadak.

Tak hanya pada orang-orang yang memiliki kelainan jantung, orang yang memiliki jantung sehat pun dapat merasakan efek buruk dari kebiasaan marahnya. Namun tentu efeknya tak secepat pada mereka yang memiliki kelainan jantung.

Untuk itu, Rachel menyarankan semua orang untuk dapat mengontrol emosi dan kemarahannya, agar tak menimbulkan penyakit.
(kee/kee)Amelia Ayu Kinanti - detikhot
Gambar

Mau Hot Bercinta? Tidur Yang Cukup!


Senin, 02/03/2009 16:39 WIB
Jakarta Rasa letih ternyata bisa menganggu kegiatan bercinta. Karena keletihan, banyak orang yang memilih untuk tidur daripada membahagiakan pasangannya di ranjang.

Sebanyak 8.500 orang di Inggris di survei. Survei itu membicarakan kegiatan malam masyarakat Inggris. Ternyata kebanyakan dari mereka memilih tidur daripada bercinta dengan pasangan.

Sebanyak 79 persen peserta survei mengaku lebih memilih tidur ketimbang bercinta. Setelah diteliti lebih jauh, 7 dari 10 peserta survei mengaku mengalami gangguan sulit tidur. Dan hanya 12 persen dari 8.500 orang yang memiliki waktu tidur melampaui 8 jam.

Dr. Chris Idzikowski dari Edinburgh Sleep Centre yang dikutip detikhot dari Telegraph, Senin (2/3/2009) mengungkapkan bahwa insomnia, atau gangguan tidur yang diderita para peserta survei tadi dapat mengakibatkan risiko kesehatan.

Tekanan darah tinggi, gangguan jantung dan stroke adalah beberapa penyakit yang bisa diderita seseorang yang insomnia. Para peserta survei itu juga mengaku bahwa keletihan dan rasa kantuk yang luar biasa dapat membuat organ seks mereka tak berfungsi dengan baik.

Jadi atur waktu tidur Anda baik-baik!(kee/kee)Amelia Ayu Kinanti - detikhot
Gambar

Ayo Minum Susu dan Cegah Kepikunan!


Selasa, 03/03/2009 15:12 WIB
Jakarta Kepikunan adalah salah satu proses yang terjadi saat usia bertambah tua. Semakin bertambah umur seseorang, maka fungsi otaknya pun menurun sehingga mengakibatkan kepikunan. Salah satu cara mencegahnya adalah dengan minum susu.

Salah satu penyebab penyakit pikun atau demensia adalah karena terjadi penyusutan volume otak. Semakin tua umur manusia makan volume otaknya pun akan semakin menyusut.

Di Inggris, kepikunan sudah merupakan epidemik besar. Menurut data setiap harinya 550 orang mengalami kepikunan di Inggris. Untuk itu, perlu adanya tindakan pencegahan akan penyakit tersebut.

Menurut Professor David Smith, peneliti dari Universitas Oxford, Inggris yang detikhot kutip dari Telegraph, Selasa, (3/3/2009) mengungkapkan bahwa, cara terbaik untuk mencegah penyusutan otak adalah dengan mengkonsumsi vitamin B12. Dan salah satu bahan makanan yang bisa memenuhi kebutuhan vitamin B12 sehari-hari adalah susu.

Dua gelas susu sehari akan dapat memenuhi gizi bagi otak sehari-hari. Dan dengan meminum susu maka kerusakan otak kita pun akan berkurang.(kee/kee)Amelia Ayu Kinanti - detikhot
Gambar